Kisah Nabi Daud AS


Nama : Daud (Dawud, David) bin Isya
Usia : 100 tahun
Periode Sejarah : 1063 - 963 SM
Tempat Diutus : Palestina (dan Israil)
Keturunan : Sulaiman (Sulaeman)
Tempat Wafat : Baitul Maqdis (Yerusalem)
Sebutan Kaum : Bani Israil
Dalam Al-Qur'an namanya disebutkan sebanyak 18 kali

Kisah Nabi Daud AS - Daud adalah salah seorang nabi dari Bani Israil, yaitu dari Sibith Yahuda. Ia merupakan keturunan ke-13 dari Nabi Ibrahim AS.

Thalut Sang Raja

Setelah Nabi Harun dan Nabi Musa wafat, kaum Bani Israil dipimpin oleh Nabi Yusya' bin Nun yang memang telah ditunjuk oleh Nabi Musa untuk menggantikan beliau sesaat sebelum kewafatannya. Berkat kepemimpinan Yusya' bin Nun, mereka dapat menguasai Palestina dan bertempat tinggal di istana. Namun setelah Yusya' bin Nun wafat, mereka terpecah belah. Isi Kitab Taurat berani mereka rubah dan ditambah-tambah, mereka sering berbeda pendapat dengan sesama mereka sendiri hingga akhirnya hilanglah kekuatan persatuan mereka. Tanah Palestina diserbu dan dikuasai bangsa lain. Bani Israil menjadi bangsa jajahan yang tertindas, mereka merindukan datangnya seorang pemimpin yang tegas dan gagah berani untuk melawan penjajah. Pada suatu hari, mereka pergi menemui Nabi Samuel untuk meminta petunjuk agar menunjuk salah satu dari mereka untuk menjadi pemimpin. Akhirnya Nabi Samuel berdoa kepada Allah untuk meminta petunjuk, dan dipilihlah Thalut yang akan menjadi raja memimpin Bani Israil. Namun mereka menolak dengan alasan bahwa Thalut tidak begitu dikenal, ia hanya seorang petani biasa yang sangat miskin.


Nabi Samuel kemudian menjelaskan bahwa walaupun Thalut itu petani biasa. namu ia pandai dalam strategi perang, tubuhnya kekar dan kuat serta pandai dalam ilmu tata negara.vSetelah mendengar penjelasan dari Nabi Samuel, akhirnya mereka mau menerima Thalut sebagai raja mereka.

Kisah Jalut Dan Daud

Thalut mengajak orang-orang terbaik yang tidak punya ikatan rumah tangga dan perdagangan untuk pergi ke medan perang. Salah seorang anak muda yang ikut dalam barisan Thalut adalah seorang remaja bernama Daud, ia perintah oleh ayahnya untuk menyertai kedua kakaknya untuk maju ke medan perang. Daud tidak diperkenankan maju ke garis depan, ia hanya ditugaskan untuk melayani kedua kakaknya. Tentara Thalut sebenarnya tidak terlalu banyak, berbeda dengan tentara Jalut sang penindas (Goliath) yang jumlahnya jauh lebih banyak. Jalut sendiri adalah seorang panglima perang yang bertubuh besar seperti raksasa, setiap orang yang berhadapan dengannya pasti binasa. Tentara Thalut gemetar melihat keperkasaan musuhnya itu. Karena melihat hal itu, Thalut berdoa kepada Allah. Dengan kekuatan doa, mereka menyerbu tentara Jalut. Tidak mengira lawan yang berjumlah sedikit itu mempunyai keberanian bagaikan singa yang terluka. Tentara Jalut dapat diporak porandakan dan lari bercerai berai, tinggallah Jalut sang panglima perang den beberapa pengawal yang masih tersisa. Thalut dan tentaranya tidak berani berhadapan langsung dengan raksasa itu. Lalu Thalut membuat mengumumkan, siapa yang dapat membunuh Jalut maka ia akan diangkat sebagai menantu.

Tidak disangka, Daud yang masih remaja maju ke depan dan meminta izin kapada Thalut untuk menghadapi Jalut. Mula-mula Thalut ragu, mampukah Daud yang masih belia itu mengalahkan Jalut? Namun setelah di desak oleh Daud, akhirnya ia mengizinkan Daud maju ke medan perang. Dari kejauhan Thalut mengawasi sepak terjang Daud menghadapi Jalut yang sombong itu. Ia telah berteriak berkali-kali menantang orang-orang Israil untuk berduel, ia juga telah mengejek bangsa Israil sebagai bangsa pengecut dan hinaan-hinaan lainnya yang menyakitkan hati.

Tiba-tiba Daud muncul di hadapannya, Jalut tertawa terbahak-bahak melihat anak muda itu menantangnya duel. Daud tidak membawa senjata tajam, senjata yang ia bawa hanyalah ketapel. Berkali-kali Jalut melayangkan pedangnya untuk membunuh Daud, namun dengan gesit Daud dapat menghindarinya. Pada suatu kesempatan, Daud berhasil melayangkan peluru ketapelnya tepat diantara kedua mata Jalut. Jalut berteriak keras, roboh dengan dahi pecah yang menyebabkannya tewas. Dengan demikian, menanglah pasukan Thalut melawan Jalut. Sesuai janji, Daud diangkat menjadi menantu raja Thalut. Ia dinikahkan dengan putri Thalut yang bernama Mikyai.

Daud Menjadi Raja

Disamping menjadi menantu raja, Daud juga diangkat menjadi penasehatnya. Ia sangat dihormati semua orang, bahkan rakyat lebih menghormati Daud daripada Thalut. Hal ini membuat Thalut iri hati, karenanya ia berusaha mencelakakan Daud ke medan perang sulit. Daud ditugaskan membasmi musuh yang jauh lebih kuat dan lebih besar jumlahnya. Namun, justru Daud berhasil memenangkan pertempuran itu dan kembali ke istana dengan disambut luapan kegembiraan rakyatnya. Thalut semakin merasa iri dan tersaingi atas kepopuleran Daud dimata rakyatnya, ia terus mencoba dan menyingkirkan Daud dengan berbagai cara. Namun selalu menemui kegagalan, Daud seolah selalu dilindungi Allah. Akhirnya terjadilah perang Jalbu' antara Thalut dan Daud serta para pendukungnya masing-masing, dalam perang itu Thalut tewas. Setelah kematian Thalut dan juga putra mahkotanya yang juga mati dalam peperangan itu, maka rakyat langsung memilih Daud sebagai Raja Israil.


Mukjizat Nabi Daud

Allah SWT menurunkan Kitab Zabur bagi Nabi Daud AS. Selain Kitab Zabur, keistimewaan lainnya adalah setiap pagi dan senja, gunung-gunung, binatang bertasbih atas perintah Allah mengikuti tasbihnya. Nabi Daud juga memahami bahasa burung-burung. Kerajaannya sangat kuat dan belum pernah sekalipun dapat dikalahkan, sebaliknya ia selalu menang dalam peperangan melawan musuhnya. Ia menduduki tahta kerajaan selama 40 tahun. Selain keistimewaan diatas, Nabi Daud juga diberikan mukjizat oleh Allah SWT. Diantaranya adalah Nabi Daud dapat melunakkan besi seperti lilin, kemudian ia dapat merubah-rubah besi itu tanpa memerlukan api atau peralatan apapun. Dari besi itu, ia dapat membuat baju besi yang dikokohkan dengan tenunan dari bulatan-bulatan rantai yang saling menjalin. Baju besi ini membuat pemakainya lebih bebas bergerak, karena tidak kaku seperti baju besi biasa yang dibuat dari besi lembaran. Nabi Daud juga dikaruniai suara yang merdu sekali.

Kitab Zabur yang diturunkan kepadanya selain berisi tentang pelajaran dan peringatan, juga berisi nyanyian puji-pujian kepada Tuhan. Nyanyian ini sering disebut juga dengan Mazmur. Nabi Daud membagi hari-harinya menjadi 4 bagian. Sehari untuk beribadah, sehari ia menjadi hakim, sehari untuk memberikan pengajaran dan sehari lagi untuk kepentingan pribadi. Ia juga suka berpuasa, ia melakukan puasa dua hari sekali, sehari berpuasa sehari lagi tidak.

Peringatan Allah Kepada Nabi Daud

Para nabi adalah manusia yang menjadi contoh teladan umat. Jika ia melakukan kesalahan, maka Allah segera memperingatkannya untuk meluruskan kesalahannya itu. Demikian pula dengan Nabi Daud, ia memiliki istri 99 orang. Ketika itu, memang tidak ada pembatasan jumlah istri yang boleh dimiliki oleh seorang lelaki terlebih lagi bagi seorang raja. Nabi Daud ingin menggenapkan istrinya menjadi 100 orang. Pada suatu hari, datanglah dua orang lelaki mengadu kepada Nabi Daud, seorang dari mereka berkata ;
 " Saudaraku ini mempunyai 99 ekor kambing, sedang aku hanya memiliki seekor. Tetapi ia menuntut dan mendesakku agar menyerahkan kambingku yang seekor itu kepadanya supaya jumlah kambingnya menjadi genap 100 ekor, ia membawa berbagai alasan yang tak bisa kubantah karena aku tak pandai berdebat"
Daud lalu bertanya kepada lelaki yang satunya lagi "Benarkah itu?"
"Benar!" kata lelaki itu.
Berkatalah Daud dengan marah "Jika demikian halnya, maka saudaramu telah berbuat dzalim. Aku tidak akan membiarkanmu meneruskan perbuatan yang semena-mena itu atau engkau akan mendapatkan hukuman pukulan pada wajah dan hidungmu!"
"Hai, Daud!" kata lelaki itu "Sebenarnya engkaulah yang pantas mendapatkan hukuman yang kau ancamkan kepadaku itu. Bukankah engkau telah mempunyai 99 istri? Tetapi mengapa kau masih menyunting lagi seorang gadis yang sudah bertunangan dengan pemuda yang menjadi tentaramu sendiri? Padahal pemuda itu sangat setia dan berbakti kepadamu!"
Nabi Daud tercengang mendengar ucapan yang tegas dan berani dari lelaki itu. Ia berpikir keras, siapakah sesungguhnya kedua orang ini? tetapi kedua orang itu telah hilang lenyap dari pandangannya. Tahulah Nabi Daud, bahwa ia telah diperingatkan Allah melalui malaikat-Nya. Ia segera bertaubat memohon ampun kepada Allah, dan Allah menerima taubatnya.

Pelanggaran Terhadap Hari Sabath

Suatu ketika, rakyat Nabi Daud sepakat untuk melanggar ketentuan  yang menyatakan bahwa hari Sabath (Sabtu) sebagai hari besar untuk Bani Israil, sebagaimana yang telah diajarkan Nabi Musa AS. Hari Sabath di khususkan untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT, menyucikan hati dan pikiran dengan berzikir dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya serta memperbanyak amal dan diharamkan untuk melakukan kesibukan-kesibukan yang bersifat duniawi, penduduk Ailat ditepi Laut Merah juga mentaati perintah itu. Pada hari Sabath, mereka tidak menangkap ikan. Tetapi pada hari Sabath ini justru ikan-ikan dilaut banyak menampakkan diri, akhirnya penduduk Ailat tidak dapat menahan diri untuk melanggar larangan hari Sabath. Hari Sabath mereka gunakan untuk menangkap ikan, azab Allah pun turun kepada mereka. Wajah mereka diubah menjadi wajah yang amat buruk, kemudian terjadi gempa bumi yang dahsyat.

Asal Usul Baitul Maqdis

Pada suatu hari, berjangkitlah penyakit kolera di wilayah kerajaan yang dikuasai Nabi Daud. Banyak rakyat yang mati karena penyakit ini, Nabi Daud kemudian berdoa kepada Allah agar menghilangkan wabah ini, doanya di kabulkan sehingga lenyaplah wabah tersebut. Untuk menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah, maka Nabi Daud mengajak putranya, Sulaiman untuk  membangun tempat suci yaitu Baitul Maqdis yang sekarang kita kenal sebagai Masjidil Aqsha di Yerusalem, Palestina. Tempat inilah yang menjadi kiblat pertama umat islam sebelum beralih ke Ka'bah.




LANGGANAN ARTIKEL GRATIS
Dapatkan Artikel Terbaru Disini !
Masukkan email anda di bawah ini , maka anda akan mendapatkan kiriman terbaru dari KUMBERCER secara gratis via email. Terimakasih.

0 Response to "Kisah Nabi Daud AS"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak...!