Kisah Nabi Harun AS


Nama : Harun bin Imran
Usia : 123 tahun
Periode Sejarah : 1531 - 1408 SM
Tempat Diutus : Sinai (Mesir)
Jumlah Keturunan : -
Tempat Wafat : Gunung Nebu (Bukit Nabu) Yordania
Sebutan Kaum : Bani Israil dan Fir'aun
Dalam Al-Qu'an namanya disebutkan sebanyak 20 kali

Kisah Nabi Harun AS - Harun bin Imran, beliau adalah kakak Nabi Musa AS. Nabi Harun diutus untuk membantu Nabi Musa memimpin Bani Israil ke jalan yang benar.

Nabi Harun dilahirkan empat tahun sebelum Nabi Musa, beliau yang cakap dalam berbicara dan mempunyai pendirian sering membantu Nabi Musa dalam menyampaikan dakwah kepada Fir'aun. Nabi Musa sendiri mengakui saudaranya cakap berbicara dan berdebat.

Pengutusan Nabi Harun

Riwayat Nabi Harun tidak terpisahkan dengan Nabi Musa dan dakwahnya dilakukan bersama dengan Nabi Musa, karena tugas nabi Harun membantu Nabi Musa dalam berdakwah.

Pada masa Nabi Yusuf, sekelompok Bani Israil telah menetap di daerah Mesir setelah bermigrasi dari negeri Kan'an. Mereka adalah pemeluk agama tauhid yang berpegang teguh pada agama Nabi Ibrahim, berbeda dengan Fir'aun dan pengikutnya yang menyembah patung dan berhala. Seiring dengan kemajuan zaman, perkembangan Bani Israil pun berkembang pesat. Fir'aun khawatir jika mereka mencampuri urusan politik dan agama kehidupan masyarakat Mesir, akhirnya mereka menyiksa Bani Israil dengan siksaan yang pedih.


Allah memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun agar berlemah lembut saat memperingatkan Fir'aun. Selain itu, mereka juga diperintahkan untuk mengatakan kepada Fir'aun bahwa mereka adalah utusan Allah dan memerintahkan Fir'aun untuk tidak menyiksa lagi Bani Israil. Fir'aun tidak mendengarkan apa yang dikatakan Nabi Musa dan Nabi Harun. Bahkan, Fir'aun memerintahkan para tukang sihirnya untuk menghadapi mereka berdua. Para ahli tukang sihir Fir'aun, lantas melemparkan tali-tali dan meyihirnya menjadi ular-ular yang sangat banyak. Dengan tenang Nabi Musa melemparkan tongkatnya, seketika tongkat itu menjadi ular yang sangat besar dan memakan ular-ular para ahli sihir Fir'aun hingga habis. Melihat Mukjizat itu, para ahli sihir Fir'aun pun mengimani Nabi Musa dan syariat Allah yang dia bawa. Bahkan, mereka pun tidak memperdulikan segala ancaman Fir'aun. Mereka tetap teguh dengan pendiriannya.

Fir'aun lalu berencana membunuh Nabi Musa dan Nabi Harun serta semakin kejam menyiksa Bani Israil. Nabi Musa memerintahkan umatnya untuk menguatkan jiwanya dan bersabar, kemudian Nabi Musa berdoa kepada Allah untuk menurunkan azab kepada Fir'aun dan para pengikutnya. Ketika Fir'aun dan para pengikutnya sudah tidak berdaya dengan azab yang menimpa, mereka memohon kepada Nabi Musa agar berdoa untuk menghentikan azab itu, dan Fir'aun pun berjanji tidak akan menyiksa lagi Bani Israil. Nabi Musa lantas memohon kepada Allah agar menghentikan azab tersebut dan Allah pun menghentikannya. Namun, Fir'aun ingkar janji. Dia bersama pengikutnya kembali menyiksa Bani Israil untuk kedua kalinya.

Sementara itu, Bani Israil meminta Nabi Musa dan Nabi Harun agar membawa mereka keluar dari Mesir. Nabi Musa dan Nabi Harun pun diam-diam membawa mereka ke negeri Kan'an melewati Sinai. Fir'aun mengetahui hal tersebut, lalu bersama pasukannya ia mengejar. Namun berkat mujizat dari Allah, Nabi Musa dan Nabi Harun beserta Bani Israil berhasil melewati laut, tetapi tidak dengan Fir'aun dan pasukannya mereka tenggelam dalam laut tersebut.

Setelah Nabi Musa menerima Taurat, di dalamnya terdapat syariat Samawiyah. Bani Israil mulai menyeleweng, terlebih setelah ditinggalkan Nabi Musa ke Bukit Thursina. Mereka telah dipengaruhi oleh Samiri untuk menyembah patung anak sapi. Sepulang dari Bukit Thursina, Nabi Musa mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Bani Israil, ia sangat marah dan memerintahkan Bani Israil untuk bertaubat dan memohon ampun pada Allah atas apa yang telah dilakukan mereka.

Nabi Musa ingin menjadikan sebuah pusat pemerintahan untuk kaumnya. Dia kemudian pergi ke kota  Ariha (Jericho), tetapi kaumnya tidak mau. Disaat mereka menolak untuk masuk ke negeri yang disucikan itu, Allah membalasnya dengan azab. Mereka tersesat di lembah Tih selama 40 tahun, beberapa tahun kemudian Nabi Harun wafat lalu disusul Nabi Musa. Setelah Nabi Musa wafat, Bani Israil baru merasakan buruk dan bodohnya perbuatan serta tingkah laku  mereka kepada Nabi Musa. Karena itu, mereka mengangkat Yusya bin Nun sebagai raja. Dialah yang kemudian membawa mereka menyeberangi sungai Jordan (Asy-Syari'ah) menuju kota Ariha dan tinggal disana.

Nabi Harun wafat dan dikuburkan di Bukit Hur di gurun Sinai oleh Nabi Musa AS.




LANGGANAN ARTIKEL GRATIS
Dapatkan Artikel Terbaru Disini !
Masukkan email anda di bawah ini , maka anda akan mendapatkan kiriman terbaru dari KUMBERCER secara gratis via email. Terimakasih.

0 Response to "Kisah Nabi Harun AS"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Dengan Bijak...!